Sabtu, 08 September 2012

KULINER BATAM

Bagi anda orang Batam, ataupun sekedar jalan-jalan ke Kota Batam, pasti setidaknya berburu wisata kuliner. Ada beberapa referensi tempat kuliner yang dapat saya kasih.


1. Sate dan Gule Kambing Asih
Kalau anda suka makan akan namanya kambing dan sedang berada di Batam, tidak salahnya anda mencicip rumah makan ini, letaknya di daerah Bengkong Harapan, kalau anda berada di Nagoya, tempat ini bisa ditempuh dengan kendaraan taksi hanya sekitar 5 menit. Menu andalannya adalah sate kambing dan gule kambing, Kalau saya pribadi, lebih suka akan gule nya, belum pernah saya makan gule kambing senikmat ini. Sama sekali tidak terasa amis. Sayang saya tidak begitu suka dengan nasinya, keras, tidak pulen dan berderai-derai alias pecah-pecah, sepertinya beras Solok. Satu porsi sate kambing adalah Rp.17.000,- sedang gule kambing Rp. 19.000,-


2. Sop Ikan dan Ikan Asam Pedas Tiam Huat. 
Orang Batam rata rata mengenal akan Sop ikan Yong Kee? Iya hampir semuanya tau akan restoran terkrnal tersebut, terkenal dengan menu spesialnya, Sop Ikan. Tetapi bagi ada sebagian orang yang  tinggal di Batam, khususnya pencinta kuliner, termasuk saya, ada restoran yang rasanya lebih nikmat ketimbang dengan sop ikan yong kee, yak... Restoran Tiam Huat namanya. Sebagian orang kadang tidak hapal namanya, hapal rasanya saja. Letaknya di daerah penuin, di daerah windsor, belakang RM Sederhana. agak terpojok di Belakang. Tapi jangan salah, saking ramenya, jangan berharap bakal kebagian menu spesial dari restoran ini jikalau datang sekitar jam 2 siang, sudah ludes, datang jam makan siang aja sekitar jam 12-1 siang, kita akan rela mengantre tempat duduk. Hff, bisa dibayangkan... Ntah pesan dari suhunya jangan kemaruk atau feng shui nya, sang pemilik enggan menambah area di lantai dua. Menu selain sop ikan yakni  Ikan asam pedas. saya tidak begitu perhatian dengan harganya, yang jelas kalau ikan asam pedasnya tergantung berat ikan. Kalau makan ber-3 denga menu spesial + Minum + sayuran, kurang lebih sekitar Rp.150.000, kalau sekali sekali memanjakan lidah tidak mengapa bukan?



KELUARGAKU

Aku beruntung bisa mempersunting seorang bidadari cantik yang sekarang telah menjadi istriku lebih kurang 4 tahun lamanya. Siapa sangka orang yang dulu saya anggap sebagai tetangga sebelah rumah, akan mendampingi hidup saya sehidup semati dalam bahtera rumah tangga. Iya, dia bernama Eva Susanti, kelahiran tahun 1988. Kami berasal dari sebuah kabupaten di Provinsi Bengkulu. Kabupaten Seluma tepatnya, Desa Tumbu'an yang mayoritas penduduknya adalah petani karet dan petani kelapa sawit. Orang tua istri saya yang juga merupakan mertua saya kedua-duannya adalah Guru Sekolah Dasar.



 Setelah 1 tahun pernikahan kami dikaruniai oleh seorang anak laki-laki, tepatnya lahir di Batam pada tanggal 14 Agustus 2009, bertepatan dengan hari Pramuka. Saya memberi namanya Syauqi Raudhah Firdaus yang kalau diartikan kurang lebih adalah Lelaki yang merindukan Surga Firdaus, Surga tertinggi. Nama adalah doa, semoga kelak menjadi kenyataan. Saat ini anakku berusia 3 tahun, sedang asyik pada dunianya. Belajar berhitung 1 hingga 10, sedang belajar membedakan warna, serta sedang belajar mewarnai. Dia sudah bisa berbicara dengan jelas, kalau ditanya apa cita-citanya, dia spontan akan menjawab akan menjadi Pak Guru, iya cita-cita mulia sama seperti kakek dan neneknya. Kesukaannya saat iniadalah minum susu UHT Bendera Coklat, wajar kalau gigi depan atasnya cepat keropos. Hmm.. cepat tumbuh besar ya nak!!!

Sebenarnya anak kedua saya adalah tidak terencana sebelumnya, dikarenkan kami dulu belum begitu paham akan  KB, akhirnya kebobolan. Tapi meski begitu, kami anggap lahirnya dia adalah rejeki dari Tuhan, tidak boleh disia-siakan. Dia lahir di Batam pada tanggal 01 Oktober 2011, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Saya memberinya nama Syamil Lutfi Qulbiah yang artinya Lelaki yang sepenuhnya berhati lembut. Semoga!!! Sekarang dia lagi belajar berdiri, dan tiada kata selain Mam... Mamam... Cepat gede ya nak!!!

Sedangkan saya sendiri dilahirkan Februari 1984 di sebuah desa di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, Desa Tumbu'an, dari seorang ayah yang pekerjaanya Guru Sekolah Dasar yang sekarang sedang masuk ke masa persiapan untuk pensiun dan dari seorang Ibu yang kesehariannya adalah Ibu Rumah Tangga biasa. Saya memulai sekolah saya di Taman Kanak-kanak Pertiwi II di Kota Manna, dilanjutkan di SDN 5 di kota yang sama. SMPN 5 Seluma. SMAN 3 Palembang. Kuliah STAN Prodip Medan. Dilanjutkan dengan Universitas Terbuka di Batam. Meniti karir pertama kali di Kantor Pelayanan Pajak Pekanbaru Tampan, saya dipercaya menjadi Staf di Kantor Penyuluhan Pelalawan di Pangkalan Kerinci, Riau. Setelah 3 tahun bekerja di sana, saya dimutasi ke Batam. Tepatnya di Kantor Pelayanan Pajak Madya Batam hingga sekarang.